Minggu, 07 April 2013

Papas Rocker Arm Imitasi Agar Layak Digunakan

Papas Rocker Arm Imitasi Agar Layak Digunakan

Tujuan memapas part penghubung kem dengan klep atau rocker arm imitasi ialah memperbaiki kinerjanya yang kadang desainnya tidak semestinya. Padahal, sepatu klep buatan Indonesia ini dari segi bahan sama kuat dengan orisinal. Kelemahannya ya mencong doang.

Tanda rocker arm yang kurang presisi dapat dilihat dari bekas tabrakan di topi klepnya. Itu bisa diakali sendiri dan layak pakai, bahkan sama kuat dengan barang asli. Tetapi jauh berbeda dari segi harga. Hanya coakan antara as pelatuk dan setelan klepnya yang diperdalam. Pakai gerinda untuk memapasnya.
Bila ini tak dipapas, pegas klep akan terus bersinggungan di situ. Akibatnya, klep tidak menutup maksimal, karena per klep sudah tertekan lebih dulu. Kompresi bisa bocor. Kalaupun hidup, menyetel celah klepnya akan ngaco. Tarikan juga loyo dan bahan bakar boros, kan kompresinya bocor.
Harga sih jauh dengan orisinal. Contoh untuk Yamaha Jupiter Z barang ori Rp 75 ribu sementara yang imitasi Rp 25 ribu. Untuk Honda Tiger lebih jauh lagi, yang asli Rp 165 ribu dan yang palsu, eh lokal Rp 35 ribu. Pokoknya, bila kantong lagi kempes cara ini boleh dipakai pada semua motor 4-tak. Cuma harus memodifikasi sikit dan ikuti saja bentuk rocker-arm yang asli. Tiap produk imitasi tidak sama berapa banyak bidang yang bersinggungan. Makanya tiru saja aslinya yang akan diganti.
Sesekali tempatkan pelatuknya pada kepala silinder. Itu triknya agar papasannya pas atau masih kurang. Lakukannya bertahap. Ya, kalau kurang papas terus. Bila kelebihan beli lagi. Kalau kelebihan terus, mendingan beli aslinya saja brosist. http://yohanprasetyo-to.blogspot.com

Jumat, 05 April 2013

Cara Menghitung Gas Speed

Cara Menghitung Gas Speed

Gas Speed = ( stroke x rpm / 30,000 ) x ( piston / porting ) ^ 2

Rumus di atas merupakan cara menghitung kecepatan bahan bakar yang masuk. Stroke merupakan langkah naik turun piston dari TMA ke TMB atau sebaliknya. Piston adalah diameter seher yang digunakan. Porting ialah diameter inlet yang digunakan.
Gas speed berguna sebagai acuan kecepatan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar, sehingga kerja mesin dapat lebih optimal. Semakin besar gas speed, maka efisiensi volumetrik semakin tercapai. Akan tetapi mesin lebih cenderung cepat panas karena RPM mesin akan semakin meninggi. yohanprasetyo-to.blogspot.com

Kamis, 04 April 2013

Tips Sehabis Ganti Aki Basah ke Aki Kering

Tips Sehabis Ganti Aki Basah ke Aki Kering

Beberapa orang mengeluh setelah beberapa bulan mengganti sepeda motornya dengan aki kering (sebelumnya menggunakan aki basah), mereka mendapati aki keringnya tiba-tiba soak. Digunakan untuk menyalakan motor starter tidak kuat.
Setelah diselidiki dan cari referensi sana-sini akhirnya terjawab sudah masalah tersebut. Ternyata system pengisian pada aki basah dan aki kering berbeda. Permasalahan timbul dikarenakan sama-sama menghasilkan tegangan 12 Volt, tetapi pada aki kering arus pengisian lebih kecil dibandingkan dengan aki basah. Nah jika dipaksakan dengan menggunakan arus yang besar, maka aki kering tersebut lama kelamaan akan jebol. Biasanya orang akan menambahkan tahanan/hambatan, tetapi ini akan mengakibatkan arus akan naik.
Cara mengatasi permasalahan tersebut kita bisa menambahkan rangkaian penyelaras voltase (fedtru). Yaitu dengan memasang transistor dan IC regulator. Tipe transistor yang dipakai adalah 2N3055 sedangkan IC regulatornya menggunakan jenis PNP (positif negative positif) jenis 7815 (seperti gambar rangkaian di atas).
Jika anda tidak ingin repot, anda bias menggunakan Kuprok bawaan asli sepeda motor yang menggunakan aki kering. Contohnya Suzuki Smash akan dipasang aki kering dapatmenggunakan kuprok milik Shogun 125 yang menggunakan aki kering, untuk soket biar sama ganti sekalian milik Shogun 125. http://yohanprasetyo-to.blogspot.com

Rabu, 03 April 2013

7 Suara Aneh pada Mesin

7 Suara Aneh pada Mesin

Bunyi aneh pada mesin motor 4-tak bisa menjadi pertanda kerusakan. Namun, tidak semua 'noise' berarti kerusakan. Ada motor yang jarak clearance antar metalnya diposisikan maksimum, sehingga berisik. Berikut bagian mesin yang sering menjadi penyebab berisiknya mesin.
1. Klep
Suara 'tik-tik' atau 'tuk-tuk' ringan saat mesin stasioner menandakan setelan katup renggang, sehingga rocker arm memukul kepala katup. Bunyi kian keras saat putaran gas ditinggikan. Selain itu, per katup yang lemah, menimbulkan bunyi yang sama.
2. Rantai Kamprat
Suara seperti 'tok-tok' mungkin akibat karet 'kampret' (terletak antara tensioner dengan rantai keteng) aus, lalu terdorong rantai keteng hingga membentur ujung tensioner. Rantai keteng yang terlalu kencang juga menimbulkan bunyi suing atau dengungan. Sedangkan suara 'sek-sek' terus menerus, biasanya gear atau rantai keteng minta diganti.
3. Piston
Di sektor ruang bakar, bunyi sangat minim. Gejala piston atau ring piston oblak, hampir tidak terdengar. Mudah diketahui bila tenaga motor berkurang dan keluar asap putih dari knalpot. Jika suara ketukan agak berat mulai terdengar, pertanda piston minta diganti.
4. Stang Seher
Terkadang muncul suara gemeretak di putaran bawah sampai menengah yang berangsur hilang di putaran atas. Suara ini muncul dari kaki/stang piston yang menampar dinding silinder saat titik mati bawah. Waspadai bunyi ini dengan memeriksa kondisi mesin.
5. Pin Piston
Bagaimana kalau bunyi dengung muncul saat motor dihidupkan? Bisa berarti setang piston mulai oblak karena pin piston tidak menempel pas di rumahnya. Bila kondisi setang piston sudah parah, bunyinya semakin keras.
6. Bearing Piston
Kondisi sama akan muncul saat bearing metal duduk dan metal jalan di kruk as aus. Biasanya diiringi suara 'ker-ker' dan ketukan berat yang keras. Tak lupa vibrasi mesin meningkat di footstep dan setang. Mencegah kruk as berbunyi, ganti setang piston berikut bearing metal duduk dan jalannya.
7. Kopling
Rumah kopling bermasalah ikut menyumbang suara tidak enak didengar. Bunyi 'srek-srek' secara berkesinambungan atau 'duk' saat motor direm mendadak bisa diakibatkan kopling aus atau sistem otomatisnya mulai merenggang. http://yohanprasetyo-to.blogspot.com

Selasa, 02 April 2013

Cara Melepas Resistor Cop Busi

Cara Melepas Resistor Cop Busi

Tahukah Anda bahwa tegangan yang disalurkan ke busi tidak semuanya utuh, bahkan banyak yang terbuang. Sebagai contoh, daya koil bertegangan 10.000V yang disampaikan di busi tidak sampai segitu, mengapa demikian?
Ternyata sebelum sampai di busi arus melewati kabel busi, kemudian cop busi lalu businya itu sendiri, masing-masing komponen tersebut dibekali resistan, akibatnya tegangan output dari koil pun berkurang signifikan, tidak percaya? Silahkan ukur sendiri. Ukurlah resistansi cop busi menggunakan multitester, ternyata rata-rata resistansi cop busi berkisar di angka 10 Kilo Ohm, Busi pun juga sama demikian juga dengan kabel businya.
Pabrikan sengaja memberikan resistan ini demi keawetan komponen pengapian dan antistoring, yang dimaksud dengan anti storing tersebut adalah meredam impedansi gelombang frekwensi. Jika bocor akan mengganggu gelombang TV, sistem audio mobil, bahkan gelombang frekwensi yang cukup tinggi ini dapat merusak ECM (Modul kontrol mesin injeksi).
Melepas resistansi busi sebenarnya tidak haram dilakukan, soal mengganggu frekuensi rasanya tidak berpengaruh banyak di motor, kecuali motor tersebut dipasangi perangkat audio layaknya motor contest, khusus untuk motor injeksi seperti Yamaha V-ixion, Supra X 125 PGM-FI, dan Shogun FI cara ini sangat diharamkan, karena akan merusak ECM yang ada di motor tersebut, jadi jangan coba-coba. Namun untuk motor yang masih menggunakan sistem karburator cara ini sangat efektif karena api di ujung busi menjadi lebih besar otomatis bensin terbakar sempurna, irit dan tenaga meningkat. Jika Brother atau Sister ingin melepas resistan simak caranya berikut ini:
Alat dan bahan:

  1. Gergaji Besi
  2. Lem Besi atau Lem Super
  3. Paku, baut, atau potongan besi (Pengganti Resistor)
   
Cara Kerja:
1. Gergaji cop busi
Resistansi di cop busi umum nya terpasang setelah kabel busi menuju ke kepala busi, untuk melepasnya tinggal menggergaji cop busi tersebut (Gambar 01). Biasanya setelah digergaji resistor akan melompat keluar karena ada per di dalamnya. Setelah selesai digergaji akan terlihat sebuah bulatan kecil (Gambar 02) yang disebut resistan (Resistor)

2. Ganti resistor dengan besi
Resistor ini tinggal dilepas begitu saja kemudian ganti dengan besi yang panjangnya seukuran (Gambar 03), bisa dari baut atau paku, yang penting jangan terlalu besar biar bisa masuk ke lubang cop businya, pernya boleh dibuang atau dipakai lagi juga tidak masalah.
3. Kembalikan kondisinya dan rekatkan dengan lem
Setelah diganti dengan besi pengganti masukan kembali bekas potongan cop busi (Gambar 04) kemudian di lem menggunakan lem besi atau lem super lainnya, tunggu hingga kering kira-kira 1 jam, kemudian pasang ke motor, rasakan bedanya!
Untuk yang sudah memasang koil racing, koil mobil atau koil Special Engine, biar lebih maksimal hasilnya ganti kabel businya menggunakan kabel audio berwarna merah (Gambar 05) yg biasa disebut dengan Sound Stream Power Cable karena kabel busi bawaannya masih ada hambatannya walaupun kecil bahkan kabel busi racing seperti Splitfire, NGK, ataupun Red line masih ada sedikit hambatannya sekitar 900 Ohm. http://yohanprasetyo-to.blogspot.com