YAMAHA VEGA 125 cc
Konsep mesin touring adalah kencang tapi juga awet, dan sewaktu-waktu ada trouble sparepartnya mudah didapat. Tapi inti modifikasi menjadikan laju motor kalau lari ber iring-iring tidak ketinggalan dengan karib lain. Berarti konsep motor harus mampu terus bernafas di trek yang cukup panjang, lumayan lah buat riset kalau ada order buat mesin balap dari jakarta yang main 800 meteran wkwkkw… ngimpi – ngimpi. Lagipula jalan ke arah bandara Juanda lempeng banget kalau dibuat test ride. Oke deh, plafon budget disetujui, tinggal tugas mekanik mensiasati budget yang ada.
Motor ditinggal, sang mr. V – kok perasaan ga enak nyebut inisialnya,
untung bukan cewek , bisa jadi miss V donk,, hayoo yang baca
siang-siang jangan mikir jorok. Uhhhuuyy… head silinder langsung dibuka
perlahan- satu demi satu bautnya dikendorkan, dilepas, dibuka..
dipelorotkan dari baut tanamnya, hingga terlihat baut yang mulus dan
basah terbasuh oli itu, hahahha cerita apaan sih. Dah intinya
diperetelin untuk diantar ke bengkel bubut Dhaha Putra Teknik, langsung
menuju ke pojok kiri belakang, tempat mas Amin bersarang!
Kita order pemakaian katub shogun, dengan panjang batang klep 67 milimeter, kita buat muncul klep nya 29 milimeter dari pangkal head, gap dibuat 4.5 milimeter mas. “Bentuk kubah ruang bakar seperti biasanya ya mas ”
Gap lebar layaknya pacuan motor road race, berguna untuk mendapat
area overlaping yang tinggi , sehingga tenaga di putaran atas membaik.
Disokong oleh aplikasi untuk pir katub milik CS-1 agar tidak terlambat
mengembalikan klep exhaust di putaran 10.000 RPM. Sayangnya kok telat
nemuinnya, malah pakai pir katub shogun sempat patah pir katub nya kena lobe lifter cam 7
milimeter, hasil dari pemangkasan noken as 1.5 milimeter. Untung ga
patah klep nya,
Area intake port kita papas 5 milimeter, porting dibuat kotak –
maunya meniru desain suzuki satria Fu150, hehehe… kebanyakan garap mesin
FU jadi keblinger gini ^_^ eh, ternyata enak banget kok Sekali-kali gak ngikutin Graham Bell kan gak dosa
Terpenting kita tahu prinsipnya, yang diinginginkan adalah aliran
udara berkelok kesamping, bergumpal di area dekat bushing klep, lalu
dihajar membentuk badai homogenus masuk ke silinder saat katub terbuka.
Malahan menurut david vizard, asimetrical porting akan membantu
membentuk swirl, dan dari buku teori dasar mesin torak, efisiensi ruang
bakar yang mampu mencegah detonasi adalah campuran udara/bahan-bakar
yang berputar ter-aduk2 dalam silinder. Oleh karenanya kita berani
mematok perbandingan volume yang disapu dengan volume yang ditinggalkan
hingga 11.5 : 1.
Tak lupa teknik modifikasi terbaru kita terapkan, valve back cut, ini kuncian yang menambah efisiensi area porting menjadi sebesar 30%, area kiri – kanan bushing klep kita lebarkan 110 % dari diameter klep intake. Hasilnya, Nafaaaaassss terus gak habis-habis motornya, puncak kecepatan 120 KPJ di gigi 3 kemudian pindah ke persneling final masih mau ngepot ban belakangnya waktu saya menguntit mas wawan yang ngebut test ride pake vega, sedangkan saya pake MX 135 cc korek ringan sudah nyerah, ngeri…!!! Mas wawan pun melesat makin jauh… Lucu juga ngeliat pantat mas wawan nungging di depan gitu hahaha! dasar bapaknya Attaya, besok kalau anaknya udah gede, biar ini jadi cerita buat dia kalau ternyata dulu bapaknya mau jadi pembalap gak kesampaian hahhaha
Padahal jantung dapur pacu mesin Yamaha Vega ini hanya kita rubah
memakai piston kawasaki kaze oversized 1 milimeter, piston ini masih
menjadi andalan dari jaman dulu, hanya sekarang tinggal bagaimana pintar
kita mensiasatinya. Disini serunya, karena blok vega lebih rendah 2
milimeter dibanding Jupiter Z atau Vega R new , inilah kesempatan
membentuk dome pistonnya layaknya piston FIM – izumi. Piston yang muncul
dari blok di beri tanda garis dengan pisau, piston direndahkan hingga
0.5 milimeter dibawah garis itu, dan dome yang terbentuk dilesakkan ke
dalam ruang bakar. Mantep To, enak To…
Tak lupa speeling kedalaman coakan klep pada piston diberi lebih dalam
+ – 1 milimeter dari posisi overlaping klep. Kalau menurut Tom Monroe,
dalam bukunya Engine Builder Handbook, sebaiknya kedalaman coakan klep
exhaust pada piston diperdalam, karena kecenderungan klep buang dalam
posisi turun hanya mengandalkan kekuatan pir klep untuk mengembalikan
posisinya, jika terlambat maka fatal akibatnya – merusak
head-klep-piston-liner. Sudah sadar kan, kenapa seringkali klep buang
yang mengalami kebengkokan atau bahkan patah? Ya-ya-ya ndak perlu
berterimakasih begitu…
Dengan jantung sebesar itu, potensial kubah ruang bakar masih bisa
dipacu dengan katub milik Honda sonic dengan dimensi 28 / 24, tapi toh
ini untuk riset siapa tahu dapet pesenan juga untuk bikin mesin MP 3,
kan dengan katub 26 / 22 , anggap aja motor pembalap pemula tapi tetep
kudu bisa galak Supplay bahan-bakar masih mengandalkan milik jupiter z, pilot jet #
25, main jet # 110. Tanpa reamer, intake manifold standard. Box filter
terpasang supaya debu tidak tersedot waktu motor dibawa ngebut nyalip
bus, atau truk. Gasss terus pokoknya.
Ubahan lain di sektor kampas kopling, kita mengandalkan kampas kopling racing dari Indopart, pir kopling dari motor jambret, yamaha RX-KING, balancer 900 gram. Magnit standard, cdi 4st, coil standard. Tidak ada yang istimewa memang, toh butuhnya hanya transfer tenaga. Lebih dahsyat langsung ubah gigi rasio , ditata pada sekunder nomor 3 dipakai mata berjumlah 30. Membuat reduksi dari gigi 2 ke 3 lebih rapat dan cepat, dan masih menyisakan nafas pada gigi 4. Hasil top speed jarum speedometer mentok cukup lumayan lah, digapai dengan mudah melalui final gir depan 15 – belakang 35.
Muffler dimodel megaphone, untuk
mengejar putaran atas, silinser mengerucut kecil, pipa 25 milimeter pada
leher, disambung 27 milimeter di step ke – 2, silinser 15 milimeter
adalah lubang kasa, dengan jumlah lubang pada pipa 16 buah dengan
diameter 6 milimeter.
Konsep mesin touring adalah kencang tapi juga awet, dan sewaktu-waktu ada trouble sparepartnya mudah didapat. Tapi inti modifikasi menjadikan laju motor kalau lari ber iring-iring tidak ketinggalan dengan karib lain. Berarti konsep motor harus mampu terus bernafas di trek yang cukup panjang, lumayan lah buat riset kalau ada order buat mesin balap dari jakarta yang main 800 meteran wkwkkw… ngimpi – ngimpi. Lagipula jalan ke arah bandara Juanda lempeng banget kalau dibuat test ride. Oke deh, plafon budget disetujui, tinggal tugas mekanik mensiasati budget yang ada.
Klep Standard dibubut layaknya klep Racing
Kita order pemakaian katub shogun, dengan panjang batang klep 67 milimeter, kita buat muncul klep nya 29 milimeter dari pangkal head, gap dibuat 4.5 milimeter mas. “Bentuk kubah ruang bakar seperti biasanya ya mas ”
Porting kotak - kotak - kotak ,
Kalau ini head jupiter buat Bore Up 200 cc.Speed Performance
Tak lupa teknik modifikasi terbaru kita terapkan, valve back cut, ini kuncian yang menambah efisiensi area porting menjadi sebesar 30%, area kiri – kanan bushing klep kita lebarkan 110 % dari diameter klep intake. Hasilnya, Nafaaaaassss terus gak habis-habis motornya, puncak kecepatan 120 KPJ di gigi 3 kemudian pindah ke persneling final masih mau ngepot ban belakangnya waktu saya menguntit mas wawan yang ngebut test ride pake vega, sedangkan saya pake MX 135 cc korek ringan sudah nyerah, ngeri…!!! Mas wawan pun melesat makin jauh… Lucu juga ngeliat pantat mas wawan nungging di depan gitu hahaha! dasar bapaknya Attaya, besok kalau anaknya udah gede, biar ini jadi cerita buat dia kalau ternyata dulu bapaknya mau jadi pembalap gak kesampaian hahhaha
karyanya
Blok pendek, piston bisa dibuat nge-dum
Ubahan lain di sektor kampas kopling, kita mengandalkan kampas kopling racing dari Indopart, pir kopling dari motor jambret, yamaha RX-KING, balancer 900 gram. Magnit standard, cdi 4st, coil standard. Tidak ada yang istimewa memang, toh butuhnya hanya transfer tenaga. Lebih dahsyat langsung ubah gigi rasio , ditata pada sekunder nomor 3 dipakai mata berjumlah 30. Membuat reduksi dari gigi 2 ke 3 lebih rapat dan cepat, dan masih menyisakan nafas pada gigi 4. Hasil top speed jarum speedometer mentok cukup lumayan lah, digapai dengan mudah melalui final gir depan 15 – belakang 35.
0 komentar:
Posting Komentar