Senin, 14 Oktober 2013

Cermati Penyebab Masalah Seputar Kopling

Cermati Penyebab Masalah Seputar Kopling

kampas kopling sentrufugal
Clutch atau kopling tugasnya menstransfer plus menghentikan sementara tenaga mesin ke roda melalui transmisi. Makanya di motor ada kopling basah dan kering, seperti di bebek ada kopling centrifugal dan multi plate (basah), di skubek ada sentrifugal (kering) dan sport kopling multi plate (basah).
Meski beda di tiap tipe motor, ada kopling basah dan kering, soal perlakuan menjaga peranti ini agar tetap awet sama saja. Setengah kopling, biasa dilakukan kopling manual dan matic. Hal yang selalu diabaikan pengguna motor saat kondisi macet. Ketika setengah kopling, kampas (paper base) dan pelat (steel base) tetap bergesekan. Ini bikin permukaan kampas jadi cepat aus terkikis.
per dan plat kopling sentrifugal
Part paling rawan rusak adalah mangkok kampas kopling sentrifugal. Kampas tipis akan menyebabkan banyak friksi hingga terjadi panas berlebih. Mangkuk puli mudah peang. Ini akibat rider sering panteng gas meski pun dalam kondisi ngerem. Karet damper, ada di ujung kampas kopling sentrifugal dan berfungsi menahan getaran dan jaga kestabilan kampas saat terbuka dan menutup. Jika karet rusak akibat tidak kuat menahan panas, kinerja kopling jadi tak normal.http://yohanprasetyo-to.blogspot.com
mangkuk kopling sentrifugal

Minggu, 13 Oktober 2013

Alasan Salah Satu Laher di Kruk-As Tetap Terikat

Alasan Salah Satu Laher di Kruk-As Tetap Terikat

laher di kruk as yang tetap menempel
Saat akan melepaskan kruk as dari crankcase, biasanya salah satu sisi bagian blok tengah mesin masih terikat erat dengan laher kruk as. Padahal, pasangan blok tengah satunya dapat dengan mudah dilepas tanpa menemui kendala. Sehingga untuk memisahkannya, dibutuhkan alat bantu (tracker kruk as).
Lantas yang jadi pertanyaan, kenapa hanya satu bagian kruk as yang masih terikat kuat di crankcase.?Sementara pasangan rumah bandul dan girbox yang satunya, lebih gampang dipisahkan tanpa didukung alat bantu?
Pengalaman selama bongkar mesin memang seperti itu. Di motor bebek Honda, laher kruk as terikat dengan crankcase kanan. Sedang di motor bebek Yamaha, justru terbalik. Bagian laher di kruk as terikat di sebelah kiri blok tengah mesin.
Adapun alasan kenapa salah satu leher kruk as masih terikat kuat di crank-case, menurutnya lebih kepada faktor kestabilan mesin saat kruk as berputar rendah maupun tinggi. Sebab jika celah kedua laher kruk as longgar, efeknya bukan cuma getar berlebihan. Tapi, juga bisa menurunkan performa mesin.


Bahkan resiko paling fatal jika celah terlalu longgar. Saat mesin bergasing, sangat mungkin terjadi knocking antara kepala seher dengan head. Atau, bisa saja setang seher menonjok piston. Makanya salah satu laher di kruk as tetap harus ada yang terpasang kuat di crankcase.
Selain itu, cara ini bertujuan menstabilkan beban pada magnet atau kopling sentrifugal. Kebetulan dua komponen ini terhubung dengan poros kruk-as tepat di sebelah kiri dan kanan bandul. Sedang bagian laher yang tidak terlalu kuat berfungsi menyeimbangi putaran mesin pada saat komponen ini memuai. 
Lekas Diganti, Tapi Jangan Asal
Jika laher kruk as di crankcase sudah kelihatan agak longgar, di motor harian memang nggak terlalu terasa ada perubahan dibandingkan di motor balap. Cuma kalau masalah ini didiamkan berlarut-larut, sangat mungkin komponen yang berhubungan dengan peranti tersebut dapat dengan mudah alami masalah.
Makanya biar nggak ngerusak komponen lain, pastikan salah satu laher di crankcase tidak longgar. Segera diganti jika leher atau dudukannya sudah oblak. Dan, pastikan pakai laher standar bukan tipe racing. Biar tidak mubazir waktu dipakai.http://yohanprasetyo-to.blogspot.com

Selasa, 10 September 2013

Pilot Jet dan Main Jet Standar Motor Yamaha

Pilot Jet dan Main Jet Standar Motor Yamaha

Berikut daftar pilot jet dan main jet (spuyer) standar motor Yamaha.
Pilot jet dan main jet (spuyer) motor 2 tak:
  1. V80 = 15/85
  2. F1ZR = 17.5/130
  3. RX S = 22.5/120
  4. RX Z = 22.5/220
  5. RX King = 22.5/150
  6. RX King New = 27.5/150
  7. TZM 150 = 32.5/210
Pilot jet dan main jet (spuyer) motor 4 tak:

  1. Crypton = 15/90
  2. Vega = 15/90
  3. New Vega R = 17.5/105
  4. Vega ZR = 17.5/102.5
  5. Vega RR = 17.5/100
  6. Jupiter = 15/90
  7. Jupiter Z = 17.5/105
  8. New Jupiter Z = 17.5/100
  9. Jupiter MX (vakum) = 15/105
    Jupiter MX (konvensional) = 20/103.8 (105)
  10. Mio (Keihin) = 38/108
    Mio (Mikuni) = 17.5/105
  11. Nouvo = 17.5/102.5
    Nouvo Z = 20/98.8 (100)
  12. Fino = 38/108
  13. Xeon = 12.5/111.3 (112.5)
  14. Lexam = 15/120
  15. Byson = 15/112.5
  16. Scorpio 2001 = 17.5/112.5 | 55
    Scorpio 2004 = 17.5/110 | 65
    Scorpio 2006 = 17.5/110| 90

Senin, 12 Agustus 2013

Pilot Jet dan Main Jet Standar Motor Kawasaki

Pilot Jet dan Main Jet Standar Motor Kawasaki

Berikut daftar pilot jet dan main jet (spuyer) standar motor Kawasaki.
Pilot jet dan main jet (spuyer) motor 2 tak:
  1. Ninja S = 45/132
  2. Ninja R = 45/135
  3. Ninja RR = 22.5/260
  4. KRR = 27.5/260
Pilot jet dan main jet (spuyer) motor 4 tak:
  1. Kaze = 40/85
  2. Kaze R = 38/82
  3. Blitz R = 35/75
  4. KSR 110 = 38/
  5. Edge R = 38/80
  6. ZX 130 = 35/85
  7. Athlete = 38/78
  8. KLX 150 = /112
  9. D-Tracker 150 = /112
  10. Ninja 250R = 38/98 
 http://yohanprasetyo-to.blogspot.com

Jumat, 02 Agustus 2013

NAMA SPARE PART DAN FUNGSINYA DALAM MESIN SEPEDA MOTOR

NAMA SPARE PART DAN FUNGSINYA DALAM MESIN SEPEDA MOTOR


1.Blok Silinder/shift
Fungsi : Sebagai tempat untuk
menghasilkan energi panas dari proses
pembakaran




2. Zuiger atau Piston
Fungsi : memindahkan tenaga yang
diperoleh dari pembakaran ke poros engkol
(crank shaft) melalui batang piston




3. Ring Piston
Fungsi : - Mencegah kebocoran gas saat
langkah kompressi dan usaha
- Mencegah oli masuk keruang bakar
- Memindahkan panas dari piston ke dinding
silinder
 





4. Stang Piston
Fungsi : Menerima tenaga dari piston yang
diperoleh dari pembakaran dan
meneruskannya ke poros engkol (crank
shaft)


 

5. Poros Engkol (Crankshaft)
Fungsi : Merubah gerak turun naik piston
menjadi gerak putar yang akhirnya
menggerakkan roda-roda


 






6. Lager atau Bearing
Fungsi : Mencegah keausan dan
mengurangi gesekan


 





7. Roda Penerus
Fungsi : Menyimpan tenaga putar
yang dihasilkan pada langkah usaha, agar
poros engkol (crank shaft) tetap berputar
terus pada langkah lainnya


 





8. Katup /klep
Fungsi : Membuka dan menutup saluran
masuk dan saluran buang


 





9. Tuas Katup
Fungsi : Menekan katup-katup sehingga
dapat membuka


 




10. Karter (Oil Pan)
Fungsi : Menampung oli untuk pelumasan


 







11. Timing Chain / Timing Belt
Fungsi : Menghubungkan gerakan putar
poros engkol (crank shaft) ke poros cam
shaft


 





 
12. gasket atau packing
Menahan kebocoran cairan agar kompresi
tidak bocor


 





13.nozzle injector
Komponen yang berfungsi menyalurkan
bahan bakar ke silinder pada mesin injeksi

http://yohanprasetyo-to.blogspot.com